|
Pertanian
yang dibangun dalam gudang yang tak terpakai, kini tengah menjadi tren
di Midwest, Chicago, namun dengan tingkat keberhasilan yang berbeda.
Seiring usaha keras para pengusaha diseluruh dunia terhadap uji coba
sistem pertumbuhan dalam ruangan (indoor), sebagai upaya menumbuhkan
lebih banyak bahan pangan lokal.
Perusahaan pertanian, FarmedHere LLC, yang terletak di pinggiran kota Chicago, mencoba menaikkan skala pertanian indoor-nya menjadi skala “mega”. Ada sebuah daerah di AS, yang justru terkenal akan peternakan babi, jagung dan kedelai dalam skala massal.
Mari kita amati lebih dekat bagaimana pertanian yang lagi tren ini beroperasi, mulai dari tantangan hingga permasalahan yang dihadapinya.
Seperti apa pertanian ini?
Di Chicago, Milwaukee dan daerah perkotaan lainnya, para pengusaha telah memanfaatkan gedung-gedung kosong yang memiliki langit-langit tinggi dan ruang besar. Seringkali, ini disebut pertanian “vertikal”, karena ada di dalam bangunan. Petani mendirikan struktur tinggi dengan beberapa tingkat lahan pertumbuhan, serta pencahayaan buatan. Dengan ruang kosong yang tersedia begitu banyak, biaya properti sering kali menjadi murah, baik membeli ataupun menyewa, meskipun demikian listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan fasilitas ini seringkali tidak ada.
Petani biasanya menggunakan rumah kaca dan pencahayaan alami untuk model pertanian mereka, terkadang di atas atap, atau pada bidang yang besar.
Mereka telah bereksperimen dengan semua jenis tanaman pangan, dan sebagian besar diantaranya telah berhasil tumbuh. Berbagai jenis sayur-sayuran seperti selada dan microgreens, tanaman umbi dan biji seperti bit dan bunga matahari, tanaman yang dipanen saat bertunas seperti sprout yang digunakan dalam salad dan sandwich.
Pertanian sistem aquaponik, juga memelihara ikan nila ataupun jenis ikan lainnya, dengan memanfaatkan sirkulasi air tanaman yang dipupuki dengan kotoran ikan. Seringkali, pertanian ini juga menjual ikannya di toko-toko pengecer atau restoran.
Apa yang berbeda pada pertanian ini?
“Disini berbeda dari yang pernah saya lihat sebelumnya, hanya skala yang begitu besar, itu sangat unik,” kata Maximino Gonzalez, petani di FarmedHere LLC.
Perusahaan yang berbasis di Bedford Park, Illinois, sedang menyelesaikan tahap pertama dari empat tahap yang direncanakan, dengan rencana memperluas lahan tumbuh vertikal sebesar 13.935 meter persegi pada akhir tahun depan.
Perusahaan ini mengklaim pertanian vertikal mereka adalah yang terbesar di negeri ini, para ahli yang memantau pertanian juga meyakini kebenarannya.
Kini, perusahaan ini telah memiliki dua struktur besar dengan lima sampai enam tingkat tempat lahan tumbuh yang disinari dengan lampu fluorescent.
Salah satu bagian di mana sayur basil ditanam, memakai sistem aquaponik. Air yang ada di bawah tanaman yang tumbuh dalam styrofoam yang mengapung, bersirkulasi melalui melalui sistem dari dua tangki peternakan ikan yang besar. Di bagian lain tempat sayur aragula ditanam, merupakan sistem aeroponik dengan semprotan air di bawah yang terus membasahi akar tanaman yang dibiarkan terbuka.
Struktur ketiga masih dalam tahap konstruksi dan akan segera selesai, kata pemilik di FarmedHere.
Apa yang rutin di FarmedHere?
Setelah bibit tumbuh di rak pembenihan dan pembibitan, para pekerja memindahkannya ke bagian pertumbuhan.
Sekitar sebulan kemudian, tanaman yang bersertifikat organik USDA, mulai dipanen dan dikemas oleh sekitar selusin pekerja di ruang berpendingin. Pagi-pagi setelah panen, mereka mengirimkannya ke toko-toko grosir di Chicago dan pinggiran kota, dengan menggunakan dua mobil van.
CEO Jolanta Hardej menyebutnya “permintaan pertanian”.
“Misalnya saja tiba-tiba ada permintaan berbagai jenis sayuran,” katanya. “Kita bisa mengubah seluruh sistem... dan hanya dalam 14 - 28 hari ke depan, kami memiliki pabrik penumbuh apa pun yang pasar butuhkan.”
Apa tantangannya?
Listrik merupakan batu sandungan terbesar pertanian model ini, untuk menyalakan lampu yang membantu pertumbuhan tanaman. Pemanas bagi ruang yang besar, juga mahal. Para ahli di bidang ini mengatakan, ukurannya yang besar akan jadi tantangan besar bagi FarmedHere.
Sebuah pertanian indoor lainnya di Wisconsin dan Chicago telah berhenti dari bisnis ini, atau berjuang untuk tetap hidup.
“Sulit untuk mencapainya,” kata Sylvia Bernstein, pemasok aquaponik yang berbasis di Boulder, Colorado, juga menulis tentang tren ini. “Perlu banyak orang yang terlibat di dalamnya.”
Beberapa petani sedang bereksperimen dengan matahari, angin dan gas metana untuk menghasilkan daya. Lainnya, berusaha melengkapi cahaya buatan pada rumah kaca alami atau pencahayaan jendela.
Hardej mengatakan, FarmedHere melirik pada pilihan gas metana. Meskipun enggan menjelaskan alasan kompetitif, dia mengatakan tujuan akhirnya adalah fasilitas untuk mandiri.
Banyak yang percaya, bahwa pertanian indoor yang mengandalkan cahaya buatan, akan menjadi lebih ekonomis dan terjangkau dengan lampu hemat energi LED.
Tapi Dickson Despommier, seorang pensiunan mikrobiologi di Universitas Columbia, menulis buku The Farm Vertikal: Feeding the World in the 21st Century, mengatakan daya masih merupakan rintangan terbesar bagi industri pertanian ini, banyak petani merasa enggan membicarakannya secara terbuka.
“Banyak yang akan memasukkan kepalanya di bawah sayap mereka dan berkata, ‘tunggu dan lihat’,” katanya, mencatat bahwa ia sangat ingin melihat model pertanian indoor besar di Jepang yang menggunakan cahaya buatan dan alami. Dia mengatakan pengusaha di Jerman juga sedang bereksperimen dengan lampu berkedip yang memiliki daya lebih kecil tetapi masih memancarkan cahaya yang cukup untuk tumbuh.
“Dalam dua atau tiga tahun, ini akan mencuat keluar,” kata Dickson. “Dan kita akan melihat sistem mana yang bekerja, dan mana yang tidak.”
Perusahaan pertanian, FarmedHere LLC, yang terletak di pinggiran kota Chicago, mencoba menaikkan skala pertanian indoor-nya menjadi skala “mega”. Ada sebuah daerah di AS, yang justru terkenal akan peternakan babi, jagung dan kedelai dalam skala massal.
Mari kita amati lebih dekat bagaimana pertanian yang lagi tren ini beroperasi, mulai dari tantangan hingga permasalahan yang dihadapinya.
Seperti apa pertanian ini?
Di Chicago, Milwaukee dan daerah perkotaan lainnya, para pengusaha telah memanfaatkan gedung-gedung kosong yang memiliki langit-langit tinggi dan ruang besar. Seringkali, ini disebut pertanian “vertikal”, karena ada di dalam bangunan. Petani mendirikan struktur tinggi dengan beberapa tingkat lahan pertumbuhan, serta pencahayaan buatan. Dengan ruang kosong yang tersedia begitu banyak, biaya properti sering kali menjadi murah, baik membeli ataupun menyewa, meskipun demikian listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan fasilitas ini seringkali tidak ada.
Petani biasanya menggunakan rumah kaca dan pencahayaan alami untuk model pertanian mereka, terkadang di atas atap, atau pada bidang yang besar.
Mereka telah bereksperimen dengan semua jenis tanaman pangan, dan sebagian besar diantaranya telah berhasil tumbuh. Berbagai jenis sayur-sayuran seperti selada dan microgreens, tanaman umbi dan biji seperti bit dan bunga matahari, tanaman yang dipanen saat bertunas seperti sprout yang digunakan dalam salad dan sandwich.
Pertanian sistem aquaponik, juga memelihara ikan nila ataupun jenis ikan lainnya, dengan memanfaatkan sirkulasi air tanaman yang dipupuki dengan kotoran ikan. Seringkali, pertanian ini juga menjual ikannya di toko-toko pengecer atau restoran.
Apa yang berbeda pada pertanian ini?
“Disini berbeda dari yang pernah saya lihat sebelumnya, hanya skala yang begitu besar, itu sangat unik,” kata Maximino Gonzalez, petani di FarmedHere LLC.
Perusahaan yang berbasis di Bedford Park, Illinois, sedang menyelesaikan tahap pertama dari empat tahap yang direncanakan, dengan rencana memperluas lahan tumbuh vertikal sebesar 13.935 meter persegi pada akhir tahun depan.
Perusahaan ini mengklaim pertanian vertikal mereka adalah yang terbesar di negeri ini, para ahli yang memantau pertanian juga meyakini kebenarannya.
Kini, perusahaan ini telah memiliki dua struktur besar dengan lima sampai enam tingkat tempat lahan tumbuh yang disinari dengan lampu fluorescent.
Salah satu bagian di mana sayur basil ditanam, memakai sistem aquaponik. Air yang ada di bawah tanaman yang tumbuh dalam styrofoam yang mengapung, bersirkulasi melalui melalui sistem dari dua tangki peternakan ikan yang besar. Di bagian lain tempat sayur aragula ditanam, merupakan sistem aeroponik dengan semprotan air di bawah yang terus membasahi akar tanaman yang dibiarkan terbuka.
Struktur ketiga masih dalam tahap konstruksi dan akan segera selesai, kata pemilik di FarmedHere.
Apa yang rutin di FarmedHere?
Setelah bibit tumbuh di rak pembenihan dan pembibitan, para pekerja memindahkannya ke bagian pertumbuhan.
Sekitar sebulan kemudian, tanaman yang bersertifikat organik USDA, mulai dipanen dan dikemas oleh sekitar selusin pekerja di ruang berpendingin. Pagi-pagi setelah panen, mereka mengirimkannya ke toko-toko grosir di Chicago dan pinggiran kota, dengan menggunakan dua mobil van.
CEO Jolanta Hardej menyebutnya “permintaan pertanian”.
“Misalnya saja tiba-tiba ada permintaan berbagai jenis sayuran,” katanya. “Kita bisa mengubah seluruh sistem... dan hanya dalam 14 - 28 hari ke depan, kami memiliki pabrik penumbuh apa pun yang pasar butuhkan.”
Apa tantangannya?
Listrik merupakan batu sandungan terbesar pertanian model ini, untuk menyalakan lampu yang membantu pertumbuhan tanaman. Pemanas bagi ruang yang besar, juga mahal. Para ahli di bidang ini mengatakan, ukurannya yang besar akan jadi tantangan besar bagi FarmedHere.
Sebuah pertanian indoor lainnya di Wisconsin dan Chicago telah berhenti dari bisnis ini, atau berjuang untuk tetap hidup.
“Sulit untuk mencapainya,” kata Sylvia Bernstein, pemasok aquaponik yang berbasis di Boulder, Colorado, juga menulis tentang tren ini. “Perlu banyak orang yang terlibat di dalamnya.”
Beberapa petani sedang bereksperimen dengan matahari, angin dan gas metana untuk menghasilkan daya. Lainnya, berusaha melengkapi cahaya buatan pada rumah kaca alami atau pencahayaan jendela.
Hardej mengatakan, FarmedHere melirik pada pilihan gas metana. Meskipun enggan menjelaskan alasan kompetitif, dia mengatakan tujuan akhirnya adalah fasilitas untuk mandiri.
Banyak yang percaya, bahwa pertanian indoor yang mengandalkan cahaya buatan, akan menjadi lebih ekonomis dan terjangkau dengan lampu hemat energi LED.
Tapi Dickson Despommier, seorang pensiunan mikrobiologi di Universitas Columbia, menulis buku The Farm Vertikal: Feeding the World in the 21st Century, mengatakan daya masih merupakan rintangan terbesar bagi industri pertanian ini, banyak petani merasa enggan membicarakannya secara terbuka.
“Banyak yang akan memasukkan kepalanya di bawah sayap mereka dan berkata, ‘tunggu dan lihat’,” katanya, mencatat bahwa ia sangat ingin melihat model pertanian indoor besar di Jepang yang menggunakan cahaya buatan dan alami. Dia mengatakan pengusaha di Jerman juga sedang bereksperimen dengan lampu berkedip yang memiliki daya lebih kecil tetapi masih memancarkan cahaya yang cukup untuk tumbuh.
“Dalam dua atau tiga tahun, ini akan mencuat keluar,” kata Dickson. “Dan kita akan melihat sistem mana yang bekerja, dan mana yang tidak.”


1 komentar:
wah keren...
Posting Komentar