Teknis Panen dan Pasca Panen Hasilkan Beras Berkualitas
Bantaeng – Memasuki waktu panen perdana demplot padi
sehat pada program Klaster Mandiri basis Pertanian Dompet Dhuafa, mitra
tani yang tergabung dalam Koperasi Induk Kelompok Tani (inpoktan) Sukses
Mandiri kabupaten Bantaeng mengadakan Pelatihan Panen dan Pasca Panen
pada komoditas padi. Acara dilaksanakan pada tanggal 7 mei 2013 yang
bertempat di sekretariat Koperasi Inpoktan Sukses Mandiri desa Lonrong
dan dihadiri oleh 9 orang peserta. Menurut ketua koperasi Inpoktan Sukses Mandiri daeng Caning acara ini diadakan sebagai pembekalan untuk memulai satu unit usaha koperasi yaitu ‘produksi beras sehat’, pesertanya pun terbatas hanya mengundang pengurus koperasi dan perwakilan kelompok tani. Pada pelatihan ini mengundang dua instansi pemerintahan yaitu dinas pertanian dan peternakan serta dinas perindustrian dan perdagangan.
Pada sesi pertama materi diisi oleh Ibu SURYANI SAMUN.S.Sos,MP mewakili Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Bantaeng dengan tema “teknis panen dan pasca panen untuk menghasilkan beras berkualitas”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan data BPS berkaitan dengan tingkat kehilangan pasca panen di Indonesia sekitar yaitu mencapai 20,51%, dimana kehilangan saat pemanenan 9,52%, perontokan dan pembersihan 4,78%, pengeringan 2,13% dan penggilingan 2,19%, pengangkutan dan penggudangan 1,89%. Lebih lanjut beliau mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukannya sendiri; Dikabupaten bantaeng, tingkat kerugian akibat kesalahan dalam penanganan pasca panen bisa mencapai milyaran rupiah per tahun. “seandainya penanganan panen dan paca panen kita baik maka kita bisa menyelamatkan dana sekitar 1 milyar dan itu bisa kita alokasikan untuk pengadaan mesin atau kebutuhan lainnya”.
Menjawab persoalan tersebut diatas, ibu SURYANI SAMUN menekankan pentingnya penanganan proses pasca panen dengan baik yang dimulai dari pemanenan, perontokan, pembersihan , pengeringan, penyimpanan , penggilingan hingga penggudangan. “untuk menghasilkan beras bermutu, apalagi beras yang kita mau produksi adalah beras sehat, ini sudah pasti beras bermutu; Karenanya harus memperhatikan setiap proses pasca panen” jelasnya.
Pada sesi kedua materi dibawakan oleh bapak TJ. Tompo. S.Sos utusan dari dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan tema “kemasan dan strategi pemasaran produk”. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan arti penting kemasan suatu produk, jenis-jenis dan teknis pengemasan serta jaringan untuk mendapatkan kemasan.
Lebih lanjut beliau juga menjelaskan strategi pemasaran dan mental yang harus dimiliki untuk menjadi maketing yang handal. Sebelum menutup pembicaraannya beliau juga membongkar 12 kaidah emas menuju kesuksesan bisnis. [zul]

0 komentar:
Posting Komentar